Kamis, 12 Maret 2015

Persiapan Pembibitan Awal
Lokasi pembibitan awal harus memenuhi beberapa persyaratan, antara lain :
1. Dekat dengan sumber air.
2. Mudah dalam pengawasan.
3. Bebas dari gangguan hewan ternak atau liar.
4. Dekat dengan lokasi pembibitan utama.
5. Dekat dengan pengambilan tanah top soil (humus).
Persiapan pembibitan awal (pre nursery) meliputi persiapan bedengan dan naungan. Bedengan merupakan gundukan tanah dengan ukuran tertentu dan dibuat lebih tinggi dari tanah di sekitarnya. Bedengan dibuat dari arah utara ke selatan dengan lebar 1,2 meter dan panjang 8 meter berkapasitas 1.000 bibit (atau disesuaikan dengan kebutuhan bibit). Jarak antara bedengan dibuat ± 80 cm yang berfungsi sebagai jalan pemeliharaan, pengawasan, dan drainase air yang berlebihan saaat penyiraman atau hujan yang sangat lebat.
Naungan merupakan bangunan yang berfungsi sebagai pelindung bibit dari sinar matahari secara langsung dan melindungi terbongkarnya tanah di polybag akibat terpaan air hujan. Naungan dibuat dengan ukuran tinggi sekitar 2,5 meter, panjang dan lebar sesuai kebutuhan. Konstruksi naungan dapat dibuat dari bambu atau kayu bulat. Bahan atapnya dapat berupa daun kelapa, kelapa sawit, atau paranet.
Penanaman 
Penanaman kecambah kelapa sawit dilakukan di dalam polybag. Polybag merupakan tempat pembibitan yang terbuat dari plastik berwarna hitam. Ukuran panjang dan lebar yang digunakan 14 x 22 cm dengan ketebalan 0,01 cm. Bagian bawah polybag diberi lubang untuk porforasi sebanyak 12 buah dengan diameter 0,5 cm pada ketinggian 10 cm di bawah polybag. Media tanam yang digunakan berupa tanah bagian atas (top soil) dengan ketebalan 10-20 cm dari permukaan tanah. Tanah yang digunakan harus memiliki struktur yang gembur, bebas dari hama penyakit tanah, dan tidak terdapat partikel kasar seperti kerikil dan batu kasar. Jika tanah yang digunakan kurang gembur, campurkan tanah dan pasir dengan perbandingan 3 : 1. Setelah itu, isikan ke dalam polybag dengan menyisakan 2-3 cm dari bagian atas polybag dan secepatnya tanam kecambah di polybag. Penanaman kecambah dilakukan kurang dari lima hari sejak diterima. Keterlambatan penanaman akan mengakibatkan kerusakan atau kelainan pada kecambah. Berikut beberapa kerusakan atau kelainan pada kecambah kelapa sawit :
1. Bakal daun (plumula) dan bakal akar (radikula) menjadi panjang.
2. Plumula dan radikula menjadi mudah patah.
3. Kecambah akan mati atau kering (kekurangan air).
Selain itu, penanaman harus memperhatikan posisi dan arah kecambah. Bakal daun harus menghadap ke bawah. Setelah ditanam, tutup dengan tanah dan siram dengan air.
Pemeliharaan
Penyiraman
Penyiraman dilakukan dua kali sehari, yakni pada pagi dan sore hari. Penyiraman sebaiknya dilakukan dengan hati-hati untuk menghindari terbongkarnya kecambah atau akar bibit muda muncul ke permukaan. Setiap bibit membutuhkan 100-250 ml air setiap penyiraman. Penyiraman dilakukan secara manual dengan gembor dan hindari pancaran air yag terlalu deras. Jika curah hujan lebih besar dari 8 mm/hari, penyiraman tidak perlu dilakukan.
Pengendalian Gulma
Pengendalian gulma dilakukan dengan cara manual dengan mencabut gulma yang tumbuh dengan menggunakan tangan dengan rotasi dua minggu sekali. Pelaksanaan penyiangan biasanya bersamaan dengan penambahan tanah ke dalam polybag. Penyiangan gulma yang tumbuh di luar media tanam dilakukan secara manual dengan rotasi yang sama.
Pemupukan
Pupuk yang digunakan adalah urea atau pupuk majemuk NPK dengan konsentrasi 0,2% atau 2 gram/liter untuk 100 bibit, dilakukan pada saat bibit berumur 4 minggu. Selain itu, pemupukan dilakukan secara foliar application (melalui daun) dengan frekuensi seminggu sekali.
Pengendalian Hama dan Penyakit
Hama yang menyerang saat pembibitan awal diantaranya semut, jangkrik, belalang, tikus, dan cacing. Sementara itu, penyakit yang biasa terjadi diantaranya helminthosporium, anthracnosa dan blast. Pengendalian hama dan penyakit yang terbaik dengan cara mengatur kondisi lingkungan agar tidak lembab dan menghilangkan sumber infeksi. Selain itu, dapat juga dengan mengurangi naungan, memotong bagian bibit yang sakit, menggunakan bahan kimia, membakar tanaman yang terserang, dan pengutipan hama.
Seleksi Bibit
Seleksi bibit dilakukan berdasarkan beberapa syarat utama, diantaranya bibit tumbuh normal, sehat, dan tidak cacat. Seleksi bibit di tahap pembibitan awal dilakukan saat pindah tanam dari pembibitan awal ke pembibitan utama. Tujuannya untuk menghindari terbawanya bibit abnormal ke pembibitan utama (main nursery). Ciri-ciri bibit abnormal diantaranya, anak daun memanjang dan sempit, anak daun bergulung, anak daun menguncup, anak daun mengkerut, bibit kerdil, dan bibit berputar. Bibit abnormal ini dapat disebabkan oleh faktor genetik, kesalahan kultur teknis, dan serangan hama penyakit. Sementara itu, pemindahan bibit dari pembibitan awal ke pembibitan utama dilakukan saat bibit berumur 2,5-3 bulan dengan jumlah daun 3-4 helai.
Pembibitan Prenursery 

Tampilkan lebih sedikit
Pemindahan Bibit mainNursery ke lahan untuk di tanam (PT.PN XIII)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar